Pengujian Rasio Belitan-Service Trafo-TTR

Pengujian Rasio Belitan-Service Trafo-TTR
INSTRUKSI KERJA
PENGUKURAN RASIO TEGANGAN DAN
KELOMPOK VEKTOR

1. TUJUAN
1.1. Memeriksa kesesuaian jumlah lilitan pada belitan dan hubungan kelompok vektor pada transformator
2. REFERENSI
2.1. IEC 60076-1: 2011, Subclause 11.3
2.2. SPLN D3.002-1: 2007
2.3. SPLN D3.002-2: 2008
3. ALAT UJI
3.1. Alat Ukur Resistans Konduktor
3.2. Termometer
4. PERSIAPAN
4.1. Siapkan formulir TRANSFORMER ASSESMENT FORM.
4.2. Untuk pengukuran pada belitan yang belum terkoneksi dengan bushing atau pengubah sadapan, pastikan
semua lead wire belitan bisa di hubungkan dengan test lead alat ukur dan insulasinya telah dikupas.
4.3. Catat kelompok vektor transformator atau belitan yang akan diukur dan hitung rasio tegangan setiap
sadapan mengikuti butir 5 b)..
5. PELAKSANAAN
5.1. Tempatkan pengubah sadapan pada posisi 1.
5.2. Hubungkan test lead HV dengan terminal 1U – 1V dan test lead LV dengan terminal sisi tegangan rendah
yang mempunyai arah vektor searah dengan terminal 1U – 1V.
Contoh :
Gambar di atas adalah diagram vektor Yzn5.
Dari diagram vektor di atas, belitan yang mempunyai arah vektor searah dengan 1U – 1V adalah 2N – 2U,
sehingga test lead LV dihubungkan ke terminal 2N – 2U.
Pada koneksi test lead tersebut, maka nilai nominal dari rasio tegangan adalah tegangan fase – fase belitan
tegangan tinggi dibagi dengan tegangan fase – netral belitan tegangan rendah.
Untuk transformator 20 kV (+2x2,5%; -4x2,5%) – 400 V, Yzn5, maka rasio tegangan nominal pada posisi
sadapan 1 adalah: 21.000 : 400/√3 = 90,933
Toleransi dari rasio tegangan adalah 0,5% untuk taping selain taping nominal dan 0,4% untuk tapping
nominal, untuk transformator pembuatan tahuan 2019 ketas, dan 0,5% pada semua rentang tapping untuk
transformator tahun pembuatan 2019 kebawah.
Pastikan kembali bahwa test lead HV terpasang pada belitan tegangan tinggi dan test lead LV pada belitan
tegangan rendah. Jalan Cadas-Kukun Km 4 Desa Pangadegan, Kec. Pasarkemis, Kab. Tangerang,Prov. Banten

5.3. Lakukan pengukuran dan catat hasil pengukuran.
5.4. Pindahkan sadapan ke posisi berikutnya dan lakukan pengukuran hingga seluruh sadapan teruji.
5.5. Ulangi langkah a s/d e untuk terminal lainnya.
6. PENILAIAN
Hasil pengujian dianggap sesuai dengan standard jika memenuhi standard toleransi pada Point 5.2.
Share :

Add New Comment

 Your Comment has been sent successfully. Thank you!   Refresh
Error: Please try again